Konten dari Pengguna

Ciri-ciri Observasi dan Manfaatnya dalam Penelitian

Ragam Info

Ragam Info

Ragam Info

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi ciri-ciri observasi. Sumber: Pixabay / sweetlouise
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi ciri-ciri observasi. Sumber: Pixabay / sweetlouise

Observasi termasuk salah satu teknik pengumpulan data dalam metode penelitian. Salah satu ciri-ciri observasi adalah dalam pengumpulan data, peneliti turun langsung ke lapangan.

Selain observasi, ada teknik pengumpulan data lainnya, seperti melalui angket atau kuesioner, wawancara, juga dokumentasi. Namun, metode observasi memiliki perbedaan dengan metode lainnya.

Pengertian Observasi dalam Metode Penelitian

Ilustrasi observasi di metode penelitian. Sumber: Pixabay / 955169

Mengutip Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), observasi berarti peninjauan secara cermat. Beberapa ahli juga memiliki pendapat masing-masing mengenai definisi observasi.

Kartini Kartono misalnya, mengartikan observasi sebagai pengujian dengan suatu tujuan tertentu untuk mengetahui sesuatu, terutama yang bertujuan mengumpulkan fakta, data, skor, serta nilai suatu verbalisasi.

Adapun Nurkancana berpendapat bahwa observasi adalah suatu cara mengadakan penilaian dengan cara pengamatan secara langsung serta sistematis.

Ciri-ciri Observasi

Ilustrasi ciri-ciri observasi. Sumber: Pixabay / sweetlouise

Seperti telah diulas di atas, teknik observasi memiliki perbedaan dengan teknik pengumpulan data lainnya. Perbedaan itu terlihat dari ciri-ciri observasi berikut ini.

1. Objektif

Pengumpulan data melalui metode observasi harus dilakukan secara objektif, artinya sesuai dengan keadaan yang sebenarnya, tanpa dipengaruhi pendapat atau pandangan pribadi.

2. Faktual

Pengumpulan data melalui metode observasi juga bersifat faktual, artinya sesuai dengan fakta di lapangan, tanpa dibumbui dengan dugaan yang tidak berdasar.

3. Sistematik

Metode observasi juga bersifat sistemik, artinya pengumpulan datanya sesuai dengan aturan.

Manfaat Observasi

Ilustrasi manfaat observasi. Sumber: Pixabay / qimono

Metode pengumpulan data dengan cara observasi memiliki beberapa manfaat.

Berikut ini manfaat observasi, diambil dari buku Metodologi Penelitian Kualitatif, Feny Rita Fiantika, Sri Wahyuni, dkk (2022: 59), antara lain:

  1. Dengan observasi peneliti akan lebih memahami konteks data dalam keseluruhan situasi sosial, jadi akan dapat diperoleh pandangan yang menyeluruh.

  2. Akan diperoleh pengalaman langsung sehingga memungkinkan menggunakan pendekatan induktif sehingga tidak dipengaruhi konsep atau pandangan sebelumnya.

  3. Peneliti dapat melihat hal-hal yang kurang atau tidak diamati orang lain khususnya orang yang berada dalam lingkungan itu karena dianggap biasa dan tidak akan terungkapkan jika hanya lewat wawancara saja.

  4. Peneliti dapat menemukan hal-hal yang sedianya tidak akan terungkapkan saat wawancara karena sifatnya sangat sensitif atau ingin dirahasiakan karena dapat merugikan lembaga.

  5. Peneliti dapat menemukan hal-hal yang diluar responden sehingga peneliti memperoleh gambaran yang lebih komprehensif.

  6. Peneliti dapat memperoleh kesan-kesan pribadi dan merasakan situasi sosial yang diteliti.

Baca juga: Contoh Metode Kualitatif pada Teknik Pengumpulan Data Penelitian

Demikianlah penjelasan mengenai teknik pengumpulan data melalui metode observasi. Dari ciri-ciri observasi di atas, dapat disimpulkan bahwa data-data yang dihasilkan dari observasi bersifat faktual, objektif, dan dapat dipertanggungjawabkan. (ARN)